Madina (ANTARA) - Bupati Mandailing Natal (Madina), Saipullah Nasution menyalurkan bantuan pangan kepada warga di dua desa yang terisolasi akibat material longsor dan banjir bandang yang memutus akses jalan sejak beberapa hari terakhir.
Dua desa yang terisolasi tersebut adalah Desa Batahan di Kecamatan Kotanopan dan Desa Simpang Pining di Kecamatan Ulu Pungkut. Bupati hadir bersama Pj Sekda M. Sahnan Pasaribu serta sejumlah kepala dinas, di antaranya PUPR, Kesehatan, Pertanian, Perhubungan, dan Kominfo.
Desa Batahan telah terisolasi sejak Selasa (25/11) setelah enam titik longsor menimbun jalan penghubung Pagar Gunung - Batahan. Selain longsor, desa itu juga dilanda banjir bandang hingga menyebabkan 20 hektare sawah tergenang serta 13 kincir air sebagai sumber listrik warga rusak total.
“Saya sebenarnya ingin langsung melihat titik longsor, tetapi kondisi medan tidak memungkinkan. Karena itu bantuan kami serahkan di Desa Pagar Gunung kepada kepala desa dan tokoh masyarakat,” kata Bupati Saipullah, Minggu (31//12).
Pemkab Madina telah mengirim alat berat untuk mempercepat pembukaan akses. Namun medan sulit membuat baru satu unit excavator yang berhasil menjangkau lokasi.
“Kami memerlukan beberapa hari untuk membersihkan kayu, pasir, dan material gunung yang menutup badan jalan,” ujarnya.
Bupati memastikan pasokan pangan bagi warga tetap aman. Bantuan yang diberikan hari ini diperkirakan mencukupi kebutuhan selama dua hingga tiga hari, sebelum bantuan lanjutan kembali dikirim.
Kepala Desa Batahan, Muhammad Suhaimi, menyebut 312 jiwa kini terisolasi. Tidak ada korban jiwa, namun stok pangan mulai menipis.
Setelah dari Batahan, rombongan Bupati menuju Desa Simpang Duhu Lombang, lokasi penyerahan bantuan untuk warga Desa Simpang Pining.
Desa tersebut terisolasi sejak Kamis (27/11) akibat lima titik longsor yang menutup jalan. Titik terparah berada di hulu Simpang Duhu Lombang, di mana tanah, batu, dan pohon tumbang menimbun jalan sepanjang hampir 30 meter.
Kepala Desa Simpang Pining, Ahmad Hasan, mengatakan 305 jiwa saat ini tidak dapat keluar desa. Ia berharap alat berat segera dikerahkan agar akses dapat dibuka kembali.
“Kami sangat berharap jalur ini cepat terbuka supaya kebutuhan warga bisa terpenuhi dan aktivitas kembali normal,” ujarnya.
