Tapanuli Utara (ANTARA) - Kepolisian Resor Tapanuli Utara merilis data terkini jumlah korban jiwa dalam peristiwa bencana alam tanah longsor yakni jumlah korban meninggal dunia 30 orang, sementara 19 orang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian tim evakuasi.
"Data terbaru, sudah ada 30 orang warga yang ditemukan meninggal dunia dari dalam timbunan tanah longsoran, sementara jumlah warga hilang masih ada 19 orang meskipun masih ada kemungkinan bertambah," ungkap Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing, Minggu (30/11), pukul 11.20 WIB.
Disebutkan, identitas seluruh korban meninggal di Kecamatan Adiankoting, yakni Bangun Sitompul (45), warga Desa Pagaran Pisang, Rey Bastian sitompul (1), warga Desa Pagaran Pisang, Aksel Hutagalung (6), warga Desa Pagaran Pisang, Cantika sitompul (11), warga Desa Pagaran Pisang, dan Nurmaida Hutagalung,(64) warga Desa Pagaran Pisang,.
Kemudian, Tasya sitompul (8), warga Desa Pagaran Pisang, Ucok Sitompul (4 bulan), Pagaran Pisang, Jeslin Sitompul (2), Desa Pagaran pisang, Nurmala Hutagalung (63), Desa Pagaran Pisang, Tiomina Simamora (54) warga Desa Sibalanga, Jones Sitompul ( 32 ) warga Desa Sibalanga, Nerla Simanjuntak (Rantauprapat), Sumiati (Rantauprapat), dan Nur Asiyah (Rantauprapat).
Selanjutnya, Amelia Azhari (Rantauprapat), Uswatun Hasanah (Rantauprapat), Nurjanah (Rantauprapat), Indri Laura Hutabarat (Desa Sibalanga), Sugiono warga Desa Pagaran Lambung, Raden Sihombing warga Desa Pagaran Lambung, dan Herbin Hutabarat warga Desa Bonan Dolok Tapteng.
Dan data korban longsor di Kecamatan Parmonangan, yakni, Santiur br Marbun, Reza Manalu, Farida (40) warga Tebing Tingg, Gideon Manalu (25) warga Desa Manalu Dolok, Sahat Manalu (40) warga Desa Hutatua, Marni Simanullang (43), Bungkirno Manalu (30) warga Desa Pertengahan, Lasbutet Sinaga (28) Desa Pertengahan, MR X (3) Desa Pertengahan ( Anak dari Bungkirno Manalu/Lasbutet Sinaga).
