Tanjung Balai (ANTARA) - Keseriusan Pemkot Tanjungbai mencegah banjir dalam kota akibat intensitas hujan maupun banjir roob melalui normalisasi drainase melibatkan OPD terkait menunjukkan hasil yang signifikan, saat ini banjir di inti Kota cepat surut sehingga mendapat penilaian positif dari kalangan masyarakat.
Seperti diketahui, Siklon Tropis Senyar yang menyebabkan cuaca ekstrem di sejumlah Kabupaten/Kota di provinsi Sumatera Utara, membuat Kota Tanjungbalai diguyur hujan sangat lebat sejak Kamis dinihari hingga Jum'at malam.
Hujan sangat lebat yang mengguyur Kota Tanjungbalai terjadi hampir 30 jam, mengakibatkan sejumlah jalan protokol di inti Kota terendam. Ketinggian air diperkirakan antara 10 hingga 30 centimeter.
Beberapa badan Jalan yang terendam yakni, Jalan Sudirman, S.Parman/Listrik, MT. Haryono, Gereja, Karya, Asahan dan Jalan Masjid di Kecamatan TB Selatan. Jalan HM. Nur Kecamatan Datuk Bandar dan Jalan Yos Sudarso Kecamatan TB Utara ikut terendam karena intensitas hujan yang sangat tinggi.
Beruntung dalam waktu tidak terlalu lama, air yang merendam sejumlah badan jalan tersebut telah surut dan hampir tidak berbekas. Genangan air hanya tersisa pada sisi badan jalan yang terbilang rendah, seperti terpantau pada Sabtu (29/11/2025).
Kondisi air yang cepat surut mendapat tanggapan positif dari kalangan masyarakat. Salah satunya, Rahman (53). Ia mengatakan bahwa air cepat surut merupakan "buah" dari kerja keras Pemkot Tanjungbalai dibawah kepemimpinan Mahyaruddin Salim dan Muhammad Fadly Abdina.
Menurutnya, diketahui Wali Kota telah membuat terobosan berupa gotong royong massal yang melibatkan seluruh unsur pemerintahan, seperti Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas PUTR, Dinas Perumahan dan Pemukiman, Camat, Lurah, ASN, TNI, Polri hingga Kepala lingkungan serta elemen masyarakat lainnya.
Rahman melanjutkan, aksi gotong royong bahu membahu membersihkan drainase, kanal dan alur sungai yang melibatkan segenap unsur tersebut secara nyata menjadi bukti keseriusan Pemkot Tanjungbalai dalam mengatasi banjir dalam Kota, baik akibat hujan maupun banjir rob (air pasang).
"Gotong royong melibatkan semua elemen yang selama ini tidak terpikirkan bahkan tidak mampu dilakukan pemimpin sebelumnya, hasilnya sangat nyata. Terbukti, saat ini air yang merendam badan jalan cepat surut. Atas nama masyarakat, kita parut mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Tanjungbalai saat ini," kata Rahman mengapresiasi.
Ia menambahkan, semoga di era kepemimpinan Wali Kota Mahyaruddin Salim, gotong royong tetap dilaksanakan agar kedepannya banjir di tengah kota akibat tingginya curah hujan, maupun karena banjir roob yang merendam badan jalan bahkan masuk ke rumah sebagian warga tidak lagi terjadi.
"Jika aksi itu (gotong royong) terus dilakukan pemerintah, mudah-mudahan kritik yang dulu sempat viral lewat nyanyian aktivis pemerhati kota dengan lirik "hujan setengah jam Tanjungbalai jadi kolam", kedepannya Insha Allah tidak akan terjadi lagi," kata Rahman.
