Humbanghasundutan (ANTARA) - Bupati Humbanghasundutan, Oloan Paniaran Nababan mengungkapkan, bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah itu pada 25-26 November 2025 lalu mengakibatkan enam warga meninggal dunia, empat warga hilang, 9 orang terluka, dan 1832 jiwa mengungsi dari titik lokasi bencana alam.

Dalam data tertulis pada pukul 08.00 WIB yang dicatatkan dan dikirimkan Bupati Oloan kepada ANTARA, Jumat (28/11), bencana alam di wilayah Humbahas terjadi di enam kecamatan, yakni di Kecamatan Pakkat, Onanganjang, Tarabintang, Sijamapolang, Parlilitan, dan di Kecamatan Doloksanggul.

Disebutkan, tiga orang meninggal tercatat sebagai korban bencana banjir di Desa Panggugunan, dan satu warga meninggal lainnya menjadi korban dalam peristiwa banjir di Desa Pulogodang, Kecamatan Pakkat.

Sementara, dua dari total enam orang yang meninggal dunia merupakan koban jiwa dalam bencana longsor di Desa Batunagodangsiatas, Kecamatan Onanganjang, dan korban jiwa dalam bencana angin puting beliung di Desa Hutagurgur, Kecamatan Doloksanggul.

Bupati Oloan juga menyatakan jumlah total  kerugian material sementara atas 126 unit rumah yang mengalami rusak berat, sedang, ringan, hingga rumah yang hanyut dalam peristiwa bencana tersebut.



Pewarta: Rinto Aritonang
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026