Tapanuli Selatan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tapanuli Selatan (BPBD Tapsel) segera turun ke lapangan monitoring lokasi rawan banjir. Mengingat kondisi cuaca ekstrem melanda wilayah ini. Sekaligus melakukan pendataan dampak banjir.
"Kita akan segera turun. Seperti ke daerah Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur," kata Kalaksa BPBD Tapsel melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Idham Halid Pulungan kepada Antara, Senin.
Sebelumnya tokoh dan warga masyarakat Rianiate Jalal Nasution (63) dan Susanti Nasution (40) telah menginformasikan daerah tinggal mereka mulai terendam banjir, akibat luapan Sungai Batang Toru.
Bahkan hari ini, Senin 24 November 2025 menurut Susanti, ketinggian air yang merendam perkampungan khususnya di Lingkungan I Keluarahan Rianiate itu bertambah lebih kurang setengah meter. Sedikitnya 20 rumah terendam.
"Saat ini sekira pukul 9.30 WIB lagi hujan. Air yang merendam permukiman bahkan bertambah tinggi dari sebelumnya sebatas lutut orang dewasa. Doakan semoga tidak naik lagi. Kalau tidak warga terancam bisa mengungsi," ucapnya.
Menurut BPBD, dan masyarakat bahwa Lingkungan I Kelurahan Rianiate ini merupakan wilayah langganan banjir setiap tahunnya. Apalagi dikala musim penghujan. Ratusan jiwa warga kerap mengungsi. Ketinggian air merendam pemukiman bisa lebih 1,5 meter.
"Tidak itu saja banjir Rianiate bahkan kerap memutus akses jalur transportasi darat menghubungkan Sibolga - Natal (Mandailing Natal) via Jalan Nasional Lintas Barat. Sehingga merugikan ekonomi warga," ungkap Jalal lebih jauh.
Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofiska (BMKG) Wilayah I Sumatera Utara, Hendra Nugroho juga sudah mengingatkan dan memperkirakan terjadinya cuaca ekstrem 22 - 27 November 2025.
BMKG juga sudah mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Sumut termasuk Tapsel, untuk mewaspadai terjadinya banjir dan banjir bandang khususnya di daerah rawan dan sepanjang alur sungai. Juga longsor.
