Medan (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara memprioritaskan edukasi kepada para pengendara dalam pelaksanaan Operasi Zebra Toba 2025 guna meningkatkan kesadaran berlalu lintas.
"Kami mengedepankan edukasi, pengawasan, dan penindakan yang humanis berbasis teknologi agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya disiplin berlalu lintas," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Polisi Firman Darmansyah di Medan, Selasa.
Firman mengatakan edukasi tersebut menyasar masyarakat, di antaranya komunitas kendaraan roda dua dan roda empat dengan total 106 kegiatan.
Selanjutnya, edukasi ke sekolah dan kampus berjalan masif dengan 45 kegiatan, sementara penyampaian imbauan ke perusahaan dan pabrik tercatat 28 kegiatan.
"Selain itu, kami terus meningkatkan pemantauan dan sosialisasi di daerah rawan laka lantas sebanyak 331 kegiatan maupun sebaran informasi sebaran ke media," ucapnya.
Polda Sumut juga melakukan langkah preventif secara intensif melalui koordinasi dengan sejumlah instansi untuk melaksanakan "ramp check" terhadap pengemudi bus dan truk, yang pada hari pertama mencatat 18 kegiatan.
Firman menambahkan, pada sisi penegak hukum sebanyak 100 kasus 100 kasus Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis, 73 kasus ETLE mobile, dan 840 teguran yang diberikan kepada pelanggar pada Senin (17/11).
"Total penindakan pelanggaran pada hari pertama itu mencapai 1.013 kasus, dan kami tidak melakukan tilang manual yang diterapkan," tutur dia.
Secara umum, pelaksanaan Operasi Zebra Toba 2025 hari pertama berjalan aman dan tertib. Seluruh personel melaksanakan tugas sesuai prosedur operasi standar, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung efektif dan kondusif di lapangan.
Polda Sumut melibatkan sebanyak 1.528 personel, terdiri dari 100 personel Satgas Polda Sumut dan 1.428 personel Satgas kepolisian resor jajaran dalam Operasi Zebra Toba 2025.
