Padang Lawas Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) terus mengupayakan langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga pangan sebagai bagian dari pengendalian inflasi daerah.
Salah satunya melalui kegiatan Tanam Perdana Cabai Merah yang digelar di Desa Bahal, Kecamatan Portibi, Selasa (18/11), dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Basri Harahap.
Di katakan, bahwa cabai merah selama ini menjadi komoditas yang kerap memicu inflasi akibat fluktuasi harga yang tinggi. Sensitivitas tanaman terhadap perubahan cuaca membuat produktivitas mudah terganggu, sehingga pasokan di pasaran tidak stabil. Kondisi ini sering berdampak langsung terhadap kelompok bahan makanan yang menjadi salah satu penyumbang utama inflasi.
Oleh karenanya, untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan tanam perdana ini dirancang tidak hanya sebagai upaya peningkatan produksi, tetapi juga sebagai gerakan ketahanan pangan berbasis rumah tangga.
Menurut Basri, Pemerintah daerah mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan melalui metode urban farming, sehingga kebutuhan cabai dapat dipenuhi secara mandiri.
“Pemerintah daerah bersama tim tidak tinggal diam. Kegiatan tanam perdana cabai merah hari ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam menekan laju inflasi. Mari jadikan momen ini sebagai awal dari ketahanan pangan daerah yang lebih kuat dan stabilitas ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Wakil Bupati.
Ia menyatakan dengan semakin banyak rumah tangga yang mampu memproduksi cabai sendiri, tekanan permintaan di pasar diharapkan berkurang sehingga harga komoditas lebih terjaga.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Ketapang, perwakilan Dinas Pertanian, Kepala Badan Perekonomian, Camat Portibi, Kepala Desa Bahal, pembina penyuluh kelompok pertanian, serta masyarakat wilayah setempat.
