Medan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi mitra pers, Senin (17/11/2025) di aula Kantor Bupati Karo. Kegiatan ini dibuka Bupati Karo Dr. Antonius Ginting SpOG diwakili Sekda Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting didampingi Kadis Kominfo Karo, Hesti br Tarigan.
Dalam sambutannya, Sekda Gelora Putra Ginting mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan tersebut sebagai langkah meningkatkan kualitas komunikasi pemerintah dengan publik.
Menurutnya, humas merupakan garda terdepan yang memastikan informasi pemerintah sampai ke masyarakat secara jujur, jelas, dan terpercaya. “Peran humas dalam perangkat daerah sangat penting. Mereka bertugas memastikan informasi yang disampaikan akurat, transparan, dan dapat dipercaya,” ujarnya.
Gelora menyebut kemampuan jurnalistik menjadi bekal utama agar pesan pemerintah tidak disalahpahami dan mampu membangun kepercayaan publik. Ia berharap pelatihan ini memperkuat kemampuan peserta dalam menulis berita, menyusun rilis pers, hingga memaksimalkan media sosial.
“Kita juga ingin membangun sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat agar citra pemerintah semakin positif,” katanya.
Sementara itu, Kadis Kominfo Karo, Hesti br Tarigan, menjelaskan pelatihan ini digelar untuk meningkatkan kompetensi petugas humas dalam menyajikan informasi yang menarik dan bertanggung jawab.
“Sebanyak 65 peserta ikut serta, terdiri dari wartawan media cetak, online, elektronik, admin website perangkat daerah, penggiat media sosial, dan unsur Dinas Kominfo,” jelasnya.
Ia berharap para peserta dapat mempraktikkan ilmu yang diperoleh, mulai dari teknik penulisan berita, pengelolaan media, hingga penyajian informasi yang efektif. “Semoga ilmu hari ini benar-benar bermanfaat dalam tugas kehumasan sehari-hari,” tambahnya.
Narasumber pertama, Kabid IKP Dinas Kominfo Sumut, Porman J. Mahulae menekankan pentingnya kemampuan instansi pemerintah dalam mengelola komunikasi publik secara strategis.
Menurutnya, pengelolaan media bukan sekadar menyebarkan informasi, tetapi juga membangun reputasi pemerintah.
“Setiap konten pemerintah harus punya tujuan yang jelas — apakah ingin memberi tahu, menyentuh emosi, atau mendorong perubahan perilaku,” tegas Porman.
Ia juga menyoroti perlunya menyesuaikan strategi komunikasi dengan karakter setiap saluran, mulai dari rilis pers, konferensi pers, media sosial, newsletter, hingga iklan luar ruang.
Mengutip survei APJII 2024, Porman menjelaskan bahwa tiap kelompok usia memiliki preferensi platform yang berbeda, sehingga pemerintah perlu memilih kanal yang tepat agar pesan dapat diterima secara efektif.
“Konten visual yang informatif, edukatif, dan relevan kini menjadi kunci keterlibatan masyarakat,” katanya.
Narasumber kedua, Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Sumut, Sugiatmo, mengingatkan pentingnya pers yang bebas namun tetap bertanggung jawab. “Tugas pers adalah menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan sesuai etika. Jangan sampai mengandung fitnah, ujaran kebencian atau melanggar hak cipta,” ujarnya.
Terpisah, Plt. Kabid Humas Pemkab Karo, Jones Tarigan, menyampaikan komitmen Pemkab Karo untuk terus menjalin kemitraan strategis dengan media.“Kita berharap pelatihan seperti ini bisa digelar rutin setiap tiga bulan agar kerja sama pemerintah dan media semakin solid,” katanya.
