Simalungun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun berkolaborasi dengan PTPN IV Kebun Sidamanik menggali lubang penampungan air di areal perkebunan.
Camat Sidamanik, Juliana Panjaitan, Minggu (16/11), menjelaskan, pembuatan lubang penampungan air itu untuk mengantisipasi air tidak meluap ke ruas jalan umum.
Dikatakan, pada Jumat (14/11) sore, curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kecamatan Sidamanik, yang menyebabkan banjir di areal Hak Guna Usaha Perkebunan Teh Sidamanik.
Titik lokasi banjir terparah berada di wilayah Afdeling III Kebun Sidamanik, tepatnya di Nagori Simantin, Kecamatan Pamatang Sidamanik.
Lokasi ini berada di tengah-tengah perkebunan dan tidak sampai mencapai pemukiman warga, hanya jalan umum perkebunan.
Hulu air hujan berasal dari area jalan perkebunan yang lebih tinggi dan berbukit, kemudian mengalir deras ke titik jalan yang lebih rendah, menyebabkan luapan air besar.
Beberapa masyarakat Kecamatan Sidamanik, di antaranya Agus menduga penyebab banjir tersebut, akibat pengalihan tanaman teh ke sawit.
Disebut, banjir di lokasi perkebunan itu pertama kali terjadi setelah pihak perkebunan menanam sawit.
