Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus menggenjot berbagai pembangunan infrastruktur berkualitas yang ditargetkan selesai tepat waktu hingga akhir tahun.
"Seluruh pembangunan infrastruktur strategis terintegrasi ini harus selesai tahun 2025, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat Sumut," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sumut Hendra Dermawan Siregar dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Kamis.
Pembangunan infrastruktur strategis terintegrasi itu juga merupakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Program Strategis Daerah (PSD) sehingga mempermudah akses ke pusat pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Di PHTC bidang Bina Marga tengah mengerjakan enam kegiatan peningkatan struktur jalan provinsi sepanjang 16,99 kilometer dengan total anggaran sekitar Rp106,32 miliar.
"Selain itu, terdapat pembangunan dan penggantian lima unit jembatan sepanjang 217 meter dengan perkiraan biaya Rp82,62 miliar," ujar Hendra.
Sedangkan di bidang Sumber Daya Air terdapat rehabilitasi/peningkatan dua daerah irigasi yakni di Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Serdang Bedagai dengan total biaya sekitar Rp7,36 miliar.
Pihaknya juga melaksanakan program strategis daerah terdiri atas tiga bidang, yakni Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Cipta Karya.
"Bidang Bina Marga ada pengerjaan enam ruas jalan dengan panjang 26,6 kilometer di Kepulauan Nias dengan anggaran diperkirakan Rp160,15 miliar," katanya.
Untuk Bidang Sumber Daya Air, kata Hendra, PSD pengendalian banjir dan pengamanan sungai terdiri atas empat kegiatan, yakni perkuatan tebing Sungai Aek Rukkare di Kota Padangsidimpuan sepanjang 24,5 meter.
Kemudian, rehabilitasi tanggul Sungai Kualuh di Kabupaten Labuhanbatu Utara sepanjang 1.156 meter, dan pembangunan perkuatan tebing Sungai Aek Sirahar di Kabupaten Tapanuli Tengah sepanjang 78 meter.
"Lalu pembangunan perkuatan tebing Sungai Bah Lombut di Kabupaten Simalungun sepanjang 200 meter dengan total anggaran diperkirakan Rp14,95 miliar," ujarnya.
Sementara di Bidang Cipta Karya program strategisnya memaksimalkan pelayanan distribusi sistem penyediaan air minum (SPAM) regional Medan, Binjai, dan Deli Serdang (Mebidang) terdiri atas dua kegiatan.
Da kegiatan itu yakni pembangunan jaringan distribusi utama (JDU) Martubung di Kota Medan dan pembangunan ekstension off taker Binjai dengan total biayanya diperkirakan Rp59 miliar.
"Kami bekerja ekstra untuk percepatan penyelesaian pekerjaan, baik melalui penambahan sumber daya dan maupun pemanfaatan waktu dengan sebaik-baiknya," ujar Hendra.
