Medan (ANTARA) - Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara terus berupaya mewujudkan wilayah itu menjadi Kota Layak Anak (KLA) dengan melibatkan elemen masyarakat.
Kepala Bappeda Kota Medan Ferry Ichsan mengatakan elemen masyarakat berperan penting mewujudkan predikat tersebut melalui sejumlah program.
"Launching Rumah Ibadah dan Madrasah Ramah Anak yang diinisiasi Gerakan Pemuda Islam (GPI) salah satu upaya dan dukungan untuk meraih predikat tersebut," ujar Ferry Ichan pada peluncuran tersebut di Medan, Kamis.
Ia mengatakan program yang digagas organisasi tersebut menjadi motivasi lebih pemerintah kota setempat untuk mewujudkan Kota Medan sebagai Kota Layak Anak.
Ferry Ichsan meyakini kerja sama pemerintah dan organisasi kepemudaan dapat mewujudkan Kota Medan sebagai kota yang tidak hanya maju secara fisik tetapi tumbuh dalam nilai moral dan kemanusiaan.
"Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda berkontribusi langsung dalam membangun masyarakat yang peduli dan beradab," kata dia.
Dalam mewujudkan Kota Layak Anak, Ia menjelaskan pemerintah kota setempat telak mengagas lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak melalui sejumlah program.
Program tersebut, Ferry menegaskan telah terlaksana secara terpadu oleh pemerintah kota setempat melalui lima dasar utama kota layak anak.
"Pemkot Medan terus berkomitmen untuk meningkatkan kota Medan mencapai predikat kota layak anak. Di tahun 2025 ini Kota Medan memperoleh kategori madya untuk Kota layak Anak. Beberapa tingkatan lagi kota Medan akan bertransformasi menjadi kota Layak Anak," sebut dia.
Oleh karena itu, Ia berharap peran dan kontribusi yang digagas elemen masyarakat dapat mendukung pemerintah meraih predikat tersebut.
"Kami mengapresiasi GPI melakukan launching rumah ibadah dan madrasah ramah anak. Ini adalah salah satu upaya untuk mewujudkan kota Medan menjadi kota layak anak," ujarnya.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas sebelumnya mengatakan bahwa mewujudkan kota layak anak merupakan salah satu komitmen dalam memimpin wilayah itu.
Dalam mewujudkan itu, Rico Waas mengatakan pemerintah daerah bakal meningkatkan sarana dan prasarana infrastruktur seperti tanam kota maupun sekolah.
Pihaknya juga akan memperbaiki fasilitas serta menerapkan sejumlah kebijakan di area tersebut guna menunjang kelayakan kota yang ramah anak tersebut.
"Kami juga berusaha menjadikan sekolah-sekolah yang ramah anak dengan menyiapkan fasilitas dan kebijakan yang layak bagi anak," ujarnya.
