Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) tengah menyusun strategi pengembangan kawasan unggulan di tiga sektor yakni perkebunan, perikanan dan peternakan di wilayah Sumut.
"Ada tiga sektor utama yang dikembangkan yakni, perkebunan, perikanan, dan peternakan difokuskan menjadi komoditas bernilai industri," kata Gubernur Sumut Bobby Nasution di Medan, Sumut, Kamis.
Untuk sektor perkebunan, lanjut dia, Pemprov Sumut telah menetapkan tanaman kelapa dalam, kopi dan aren sebagai komoditas unggulan.
Data Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumut pada 2024 menyebutkan luas perkebunan rakyat di Sumut mencapai 2,1 juta hektare ditanami, seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, kelapa dalam, dan aren.
Di antaranya komoditas kelapa dalam memiliki area luas tanaman sekitar 111,69 ribu hektare, tanaman kopi tercatat 98,56 ribu hektare, dan aren seluas tujuh ribu hektare.
Sedangkan sektor perikanan difokuskan pada ikan asin dan ikan teri, serta peternakan tengah dikaji, seperti sapi potong dan kambing sapera sebagai prioritas pengembangan.
"Ini masih dalam tahap perencanaan, kita sedang merumuskan strategi yang tepat. Bukan hanya sekadar memberikan bantuan lalu terputus, tetapi benar-benar berkelanjutan, sehingga output-nya jelas terlihat," kata Bobby.
Ia mengatakan pengembangan berbagai komoditas unggulan Sumatera Utara tersebut akan dilakukan melalui lima tahapan.
Untuk tahap pertama perencanaan pada 2025–2026, dilanjutkan tahap pengadaan dan pembangunan infrastruktur pada 2026, penguatan sumber daya manusia pada 2026, hilirisasi pada 2027–2028, dan skala industri pada 2029.
"Menuju arah industri, tentu membutuhkan waktu. Tapi program ini akan memberi dampak signifikan bagi perekonomian Sumut, dan meningkatkan kesejahteraan petani serta peternak kita," katanya.
Menurut dia, program itu sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, dan juga merupakan program prioritas Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Sumut Surya.
"Kita harus benar-benar bekerja keras untuk mencapai target ini. Ini bukan pekerjaan mudah dan tentu tidak singkat, tetapi dampaknya akan signifikan bagi Sumatera Utara," ujar Bobby.
