Deli Serdang (ANTARA) - Anggota Komisi V DPR RI Muhammad Lokot Nasution menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo yang meninjau penanganan longsor pada ruas jalan Medan-Berastagi di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Menteri, Kepala BPPJN Sumut, serta Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera II yang telah memberikan perhatian untuk Provinsi Sumatera Utara,” kata Lokot di lokasi peninjauan, Sabtu (8/11).
Ia mengatakan penanganan titik rawan longsor pada jalur utama Medan-Berastagi merupakan kebutuhan mendesak karena jalur tersebut menjadi akses utama kegiatan masyarakat, termasuk sektor pariwisata di Kabupaten Karo.
“Saudara-saudara kami di Berastagi dan Deli Serdang banyak yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata. Jika masyarakat enggan berkunjung karena khawatir longsor, tentu aktivitas ekonomi ikut terpengaruh,” ujarnya.
Ketua DPD Partai Demokrat Sumut itu juga berharap percepatan pekerjaan penguatan tebing dan penataan lereng dapat memulihkan rasa aman pengguna jalan dan mendukung peningkatan ekonomi warga.
“Dengan adanya pekerjaan ini, masyarakat yang akan berwisata atau melintas, Insya Allah dapat merasa aman dan nyaman. Sekali lagi terima kasih kepada Bapak Menteri,” katanya.
Menteri PU Dody Hanggodo sebelumnya menyebutkan penanganan pada ruas tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2025.
Ia mengatakan penyelesaian tepat waktu diharapkan dapat mendukung kelancaran arus transportasi menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Jalur ini strategis untuk aktivitas ekonomi, sosial, dan pariwisata. Jadi harus tuntas sebelum Nataru,” ujar Dody.
Menurut dia, dua titik utama longsoran yang ditangani menggunakan teknologi khusus dari Eropa, termasuk struktur tiang penahan. Progres pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 70 hingga 74 persen.
Terdapat 21 titik rawan longsor pada jalur Medan–Berastagi, dengan 12 titik menjadi prioritas penanganan tahun ini. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp21,7 miliar untuk penanganan tersebut.
Dody menambahkan, medan kerja yang curam mengharuskan tenaga kerja melakukan pengeboran dan pemasangan pelindung tebing di ketinggian sehingga keselamatan menjadi prioritas utama.
Ia juga menyampaikan bahwa kesiapsiagaan menghadapi musim hujan diperkuat dengan penyiagaan satgas dan peralatan penanganan darurat.
“Dana yang tersedia saat ini mencukupi. Namun jika diperlukan tambahan untuk percepatan, tentu akan kami ajukan. Semua ini untuk memastikan konektivitas antar wilayah tetap terjaga,” ujarnya.
