Langkat (ANTARA) - Kejayaan peradaban Islam di Kabupaten Langkat, salah satunya berupa keberadaan masjid tertua berusia 250 tahun, berdiri sejak tahun 1775 masehi, yang berada di Kelurahan Bingai, Kecamatan Wampu yaitu Masjid Jaya Ar Rahman. Masjid kecil, jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kota. Namun menyimpan jejak sejarah dan kebudayaan yang amat banyak.
Camat Wampu Ahmad Fitria, Jumat, mengatakan, sejarah panjang peradaban Islam di Kabupaten Langkat akan kembali dihidupkan melalui peringatan Ke-250 Tahun Masjid Jaya Ar-Rahman Bingai, salah satu masjid tertua di Sumatera Utara, yang berdiri kokoh sejak tahun 1775.
Masjid bersejarah ini menjadi saksi perjalanan dakwah dan budaya Melayu Islam di tanah Langkat, dan kini kembali menjadi pusat kegiatan masyarakat melalui serangkaian acara bernilai religius, sosial, dan budaya.
Momentum 250 tahun Masjid Ar-Rahman Bingai bukan hanya perayaan sejarah, tapi juga panggilan hati untuk kita semua agar menjaga warisan Islam dan budaya Melayu yang luhur. Mari hadir, bersama-sama memuliakan masjid tertua kebanggaan Langkat ini, melestarikannya bagi generasi selanjutnya” ujarnya.
Peringatan akbar ini berlangsung mulai 6 hingga 20 November 2025 di kawasan Masjid Jaya Ar-Rahman Bingai, Kelurahan Bingai, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.
Ketua Pokdarwis Taman Pusaka Ar-Rahman Bingai Rezeki Arinanda yang juga menjadi Ketua Panitia Pelaksana, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya peringatan sejarah, tetapi juga gerakan kebudayaan.
“Pokdarwis bersama masyarakat ingin menjadikan peringatan 250 tahun ini sebagai momentum kebangkitan wisata sejarah dan religi di Wampu. Kita ingin anak muda mengenal akar sejarahnya, dan menjadikan masjid sebagai pusat kebudayaan Islam yang hidup,” katanya.
Peringatan 250 Tahun Masjid Jaya Ar-Rahman Bingai 1775–2025 diharapkan menjadi tonggak baru bagi masyarakat Wampu dalam menghidupkan semangat keislaman, kebersamaan, dan pelestarian warisan sejarah Melayu Langkat.
