Medan (ANTARA) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas mengatakan kolaborasi antara pemangku kebijakan terkait menjadi kunci penting dalam penanganan bencana, termasuk dalam menghadapi cuaca ekstrem.
"Penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara terpisah, melainkan harus melalui koordinasi menyeluruh antarpihak terkait," ujar Rico Waas usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan yang digagas Polrestabes Medan, di Medan, Rabu.
Ia mengatakan apel kesiapsiagaan merupakan bentuk komitmen bersama antarpemangku kebijakan dalam menghadapi situasi penting.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas mengatakan pemerintah kota setempat telah melakukan berbagai upaya dalam menghadapi cuaca ekstrem di wilayah ini.
Ia menyampaikan peralatan serta personel yang dimiliki pemerintah kota setempat siap bersinergi dengan pemangku kebijakan terkait.
"Seluruh perlengkapan dan sumber daya tersebut dapat digunakan secara bersama-sama apabila terjadi bencana," kata dia.
Selain itu, Ia meminta seluruh jajarannya untuk melakukan berbagai upaya lainnya serta meningkatkan koordinasi dengan seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap koordinasi lintas sektor yang selama ini telah berjalan baik ini dapat lebih ditingkatkan guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan
“Ini bentuk nyata dari komitmen bersama dalam menghadapi situasi darurat," kata dia
Kapolrestabes Medan Jean Calvijn Simanjuntak yang bertindak sebagai Inspektur Upacara mengatakan apel kesiapsiagaan tersebut bertujuan untuk membangun, kesadaran, kesiapsiagaan serta kemampuan dalam menghadapi keadaan darurat.
"Melalui sinergisitas dan kolaborasi yang terintegrasi, kita akan mampu memaksimalkan upaya mitigasi terhadap dampak bencana, sehingga dapat menurunkan tingkat kerentanan masyarakat terhadap risiko bencana, baik berupa korban jiwa, kerugian harta benda, maupun gangguan terhadap stabilitas perekonomian dan pembangunan nasional," ujar Jean Calvjin.
