Tapanuli Selatan (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Selatan (Tapsel) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menggelar Deklarasi Jihad Melawan Narkoba di Ballroom Hotel Sapadia Gunungtua Paluta.
Dalam siaran pers yang diterima di Sipirok, Rabu (8/10), menyebut deklarasi, Selasa (7/10) ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Paluta.
Kapolres Tapsel AKBP Yon Edi Winara, SH, SIK, MH, yang memimpin langsung kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh agama, dalam membentuk karakter generasi muda yang kuat dan berakhlak.“Hukum tidak dapat mengubah orang jahat menjadi baik, hukum hanya memberi efek jera. Untuk menjadikan seseorang baik, perubahan itu harus datang dari hati,” ujarnya.
Menurut Kapolres, pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi lintas sektor demi mewujudkan Indonesia yang bersih narkoba menuju Indonesia Emas 2045. “Narkoba telah merusak generasi muda. Karena itu, seluruh pihak harus bersatu dalam jihad melawan narkoba,” tegas Yon.
Sementara, Kepala BNNK Tapsel Saiful Fadhli, dalam paparannya menyampaikan bahwa lebih dari 3,3 juta warga Indonesia tercatat sebagai korban penyalahgunaan narkoba. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap rokok elektrik atau vape ilegal yang tidak memiliki izin BPOM karena berpotensi mengandung ganja sintetis.
Bupati Paluta Reski Basyah Harahap, SSTP, MSi, menyampaikan apresiasi kepada Polres Tapsel atas inisiatif menggelar kegiatan deklarasi tersebut. “Narkoba adalah musuh bersama yang dapat menghancurkan seluruh lini kehidupan. Pemberantasannya bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi kewajiban seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Bupati juga mengajak kepala desa dan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pelaporan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing. Ia menutup sambutannya dengan seruan, “Katakan Tidak pada Narkoba! Jihad Narkoba Demi Generasi Emas ke Depan!”
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Paluta, Awaluddin Harahap menilai deklarasi ini sebagai lanjutan dari jihad sosial yang telah dilaksanakan masyarakat Paluta. Ia mengajak seluruh unsur masyarakat untuk bahu-membahu dalam memerangi peredaran narkoba di daerah.
Kegiatan juga diisi tausiyah oleh Ustad Edianto Sagala yang mengapresiasi langkah Polres Tapsel dalam memimpin jihad besar menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba.
Acara diakhiri dengan pembacaan ikrar bersama, penandatanganan spanduk dukungan, serta foto bersama seluruh peserta. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan tekad kuat mewujudkan Paluta bersih narkoba menuju Generasi Emas 2045.
