Tapanuli Selatan (ANTARA) - Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menyimpan beragam potensi wisata alam dan budaya yang mampu menjadi daya tarik unggulan di kawasan tersebut. 

Mulai dari panorama perbukitan, air terjun, hingga keindahan danau dan pantai, semuanya menyimpan peluang besar untuk pengembangan sektor pariwisata.

"Salah satu destinasi yang tengah mendapat perhatian adalah Tor (Bukit) Simago-mago di Kecamatan Sipirok," ujar Kadis Pariwisata Tapsel, abdul Saftar Harahap, Jumat.

Menurut dia, tempat (Simago-mago) ini menawarkan panorama perbukitan dan lembah yang menenangkan, sekaligus menjadi lokasi ideal untuk aktivitas swafoto dan wisata alam.

Tak kalah menarik lagi, lanjutnya, Pemandian Aek Sijornih di Kecamatan Sayur Matinggi menyuguhkan air terjun bertingkat di atas bebatuan kapur. 

"Lokasi ini dikelilingi pohon kelapa, destinasi ini sudah dilengkapi fasilitas kolam renang dan gazebo sehingga menjadi pilihan tepat bagi wisata keluarga," ujarnya.

Demikian dengan Danau Siais yang berada di Kecamatan Angkola Sangkunur dikenal sebagai danau terbesar kedua di Sumatera Utara setelah Danau Toba. 

"Dengan luasan yang ada danau ini menjadi magnet wisatawan yang gemar menikmati alam, memancing, atau sekadar mengabadikan keindahan panorama," ujarnya.

Di sisi lain, Pantai Muara Upu menghadirkan hamparan pasir putih dan air laut jernih yang cocok untuk relaksasi. 

"Momen matahari terbenam di pantai menghadap samudera hindia ini menjadi pesona tersendiri dengan langit jingga keemasan yang memantul di permukaan laut," sebut Saftar.

Untuk wisata pegunungan, Bukit Sarogodung di sekitar Sipirok menawarkan panorama persawahan hijau dari ketinggian. Lokasi ini sempat menjadi pusat olahraga paralayang.

Keunikan lain puncak Sarogodung terdapat lumut putih yang tumbuh di bebatuan bukit, menciptakan kesan seperti hamparan salju dan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

"Hanya saja, upaya mengembangkan potensi besar ini tidak lepas dari tantangan efisiensi anggaran daerah," sebutnya.

Menurut dia, efisiensi cukup dapat berdampak pada terbatasnya pembangunan infrastruktur pendukung seperti akses jalan, fasilitas umum, dan sarana transportasi menuju lokasi wisata. 

"Belum lagi alokasi dana promosi juga berpotensi menurunkan eksposur destinasi wisata Tapsel di pasar global nasional," katanya.

Tidak itu saja, lanjut Saftar, efisiensi anggaran juga bisa berdampak pada berkurangnya event pariwisata berskala besar seperti festival budaya atau pameran wisata.

"Memang, apabila strategi efisiensi tidak dibarengi langkah kreatif, jumlah kunjungan wisatawan berisiko stagnan bahkan menurun," katanya.

Ia juga menyebut keseimbangan antara pengelolaan anggaran dan pengembangan destinasi erat kaitannya untuk mengoptimalkan potensi wisata daerah yang dimiliki.



Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026