Medan (ANTARA) - Ahli Hukum Kepolisian dan Korporasi, Universitas Bhayangkara Jakarta Hirwansyah menyatakan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara melakukan doa bersama patut ditiru.

"Kegiatan tersebut sangatlah tepat dilakukan saat ini, dan patut di contoh oleh Mabes Polri dan Polda seluruh Indonesia," ujar Hirwansyah dalam keterangan resmi diterima di Medan, Senin.

Ia mengatakan doa bersama sangatlah penting di lakukan agar setiap Anggota Polri, khususnya yang melaksanakan tugas di lapangan dan juga masyarakat yang berdemo, kiranya para pihak tersebut terlindungi, terhindar dari marabahaya dan para pihak tidak terbawa emosi, tetap dingin hatinya.

"Hirwansyah menyimak dari Media Sosial, salah satu diantara tuntutan Masyarakat ke DPR dan Pemerintah ada yang berkaitan dengan bidang Hukum yaitu Reformasi hukum, menuntut segera di sahkan UU Perampasan Aset," menghukum berat dan memiskinkan para Koruptor.

Larangan koruptor memiliki jabatan Publik dan Komisaris di BUMN. Adanya kepastian dan penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, tidak pandang bulu.

Hirwansyah berpendapat, sangatlah wajar, "sebagai Negara Demokrasi, DPR Juga Pemerintah, mendengar dan merealisasikan setiap tuntutan dari Masyarakatnya". Jangan sampai ada korban jiwa lainnya.

"Ia menyarankan setiap aksi, hendaknya dilakukan dengan tertib, aman, tidak anarkis dan tidak merusak fasilitas umum, yang paling penting jangan ada yang melanggar hukum". 

Tugas Polri diantaranya, memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga dengan baik, berdasarkan pasal 13 huruf a UU No 2 Tahun 2002. Jangan terhasut Provokator yang sengaja mencari kesalahan dan membenturkan Polri dengan Masyarakatnya, tutup Hirwansyah.



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARA 2026