Toba (ANTARA) - Kerusuhan di konsesi PT TPL (Tbk) Sektor Habinsaran, Dusun 4 Natinggir, Desa Simare Desa, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba, Kamis (7/8), berujung pada belasan orang mengalami luka-luka. 

Kasi Humas Polres Toba, AKP Bungaran Samosir ketika dikonfirmasi, Jumat (8/8) mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dan tengah melakukan penanganan kasus ini. 

Untuk antisipasi insiden tidak berlanjut, Polres Toba melakukan pendekatan kepada dua pihak (perusahaan dan masyarakat) untuk menahan diri selama penanganan kasus. 

Pihak perusahaan juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas operasional sementara waktu dan masyarakat tidak terprovokasi hasutan. 

Camat Bobor, James Pasaribu menyampaikan sejumlah masyarakat juga mengalami luka dan mendapat perawatan dari tenaga medis. 

Dia juga mengimbau masyarakat untuk menyerahkan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian untuk ketenangan dan keamanan desa. 

Corporate Communication Manager TPL, Salomo Sitohang, menyampaikan keprihatinan atas insiden kasus yang bermula dari aksi penghadangan puluhan masyarakat terhadap kegiatan operasional perusahaan di konsesi itu. 

TPL katanya, selalu berupaya menjalin kemitraan dengan masyarakat melalui program Community Development dan Corporate Social Responsibility, serta mengedepankan dialog terbuka untuk menyelesaikan isu sosial.

Dijelaskan, penghadangan yang berujung kerusuhan itu mengakibatkan tiga pekerja TPL atas nama Renhard Sitorus (petugas keamanan), Aldi Gea (pekerja mitra dari PT RBN) dan Prima Sihombing (karyawan TPL). 

Seorang tokoh masyarakat di Dusun 3 Desa Simare, Robinson Hutapea yang berupaya menenangkan massa, juga menjadi korban pemukulan. 

Salomo Sitohang mengatakan, pihak perusahaan telah membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis dan melaporkan insiden ini kepada pihak kepolisian. 

TPL katanya, menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum agar dapat diproses secara hukum. 
 



Pewarta: Waristo
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026