Saatnya tunjukkan cemburu kita pada agama (islam) ini. Kobarkan pembelaan kita untuk syariat ini. Teriakkan kalimat suci dari bibir kita. Kubur puisi hina di bawah telapak kakimu.Padangsidimpuan (Antaranews Sumut) - Ustadz kondang Padangsidimpuan Muhammad Asroi Hasibuan mendesak aparat penegak hukum memroses Sukmawati Soekarno Putri yang dinilai telah telah menyinggung perasaan ummat Islam.
"Agar memberi efek jera dan tidak terulang kembali hukum harus tetap berjalan supaya ada kepastian/kesamaan di mata hukum (equality before the law)," ujarnya kepada Antara di Padangsidimpuan, Sabtu.
Asroi juga salah satu saksi pelapor kasus penodaan agama oleh Ahok satu tahun silam tersebut mengatakan menjadi catatan keras bagi siapa pun agar tidak melakukan penistaan agama.
"Kita tidak mentolelir siapapun yang menistakan agama. Kita berharap persoalan Sukmawati menjadi persoalan terakhir bagi kita semua,"tuturnya.
Menurutnya puisi Sukmawati mengandung SARA dan berbau penistaan agama, tentu sebagai muslim kita sangat tersinggung,"sebutnya.
"Saatnya tunjukkan cemburu kita pada agama (islam) ini. Kobarkan pembelaan kita untuk syariat ini. Teriakkan kalimat suci dari bibir kita. Kubur puisi hina di bawah telapak kakimu,"pungkasnya.
Sebagaimana diketahui puisi kontroversi Sukmawati berjudul "ibu Indonesia" yang menista agama islam telah menuai protes keras sejumlah ummat muslim Indonesia termasuk ummat muslim Tapanuli Bagian Selatan.
Dalam penggalan puisi Sukmawati yang dianggap melecehkan/melukai hati ummat islam tersebut yakni 'sari konde sangat indah lebih cantik dari cadar di rimu' dan 'suara kidung ibu indonesia lebih merdu dari alunan azan'.
"Karenanya sebelum persoalan semakin parah di harap persoalan Sukmawati ini segera di tangani secara hukum,"desak Asroi.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.