Medan, 3/12 (Antara) - Produk Usaha Mikro Kecil Menangah Kota Medan terus menunjukkan perkembangan karena bukan hanya dipasarkan di pasar tradisional, melainkan sudah merambah sejumlah pasar modern di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan Arjuna Sembiring di Medan, Jumat mengatakan, memang sudah saatnya produk UMKM dikenalkan kepada masyarakat melalui pasar modern, sehingga masyarakat lebih mengenal berbagai hasil produk kerajinan kecil.
Hal itu dilakukan sekaligus sebagai ajang promosi karena memang selama ini kelemahan UMKM adalah lebih terkesan "menunggu bola" dan kurang lihai mempromosikan hasil produknya agar lebih dikenal masyarakat.
Artinya, kata dia, kebijakan yang dilakukan Dinas Koperasi saat ini dengan membuat bazar UMKM di pasar modern, akan memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil itu untuk berpromosi, sekaligus sebagai wahana edukasi.
"Kenapa disebut edukasi, karena di pasar modern mereka akan lebih disiplin disebabkan semua ada aturannya. Misalnya tidak bisa sembarangan membuang sampah, tidak seperti di pasar tradisional yang bisa sesukanya," katanya saat membuka Bazar UMKM "Produk dan Kluster Unggulan" Kota Medan, 3-6 Desember 2015 di Plaza Medan Fair
Bazar tersebut diikuti 50 pelaku UMKM dengan berbagai produk unggulan seperti aneka sepatu, batik, kerajinan rotan, kerajinan kulit, bordir, aneka makanan dan minuman, serta "handycraft" atau souvenir.
Bazar juga dirangkai dengan pemberian bantuan untuk 40 koperasi dan izin label halal kepada produk makanan dan minuman industri rumah tangga dari MUI.
Terkait pemberian izin label halal kepada produk makanan dan minuman hasil industri rumah tangga, Arjuna mengatakan, hal itu sangat penting karena memang selama ini pelaku UMKM kesulitan memasarkan hasil produknya karena tidak adanya label dari MUI tersebut.
"Artinya dengan adanya label halal dari MUI itu, kami harapkan produk UMKM kita akan semakin meningkat, karena masyarakat tidak ada keraguan lagi akan kandungan halalnya," kata Arjuna.
