Medan, 2/3 (Antara) - Calon gubernur Sumatera Utara Amri Tambunan mengkritik konsep bantuan Rp1 miliar untuk satu desa yang diprogramkan pasangan Chairuman Harahap dan Fadly Nurzal.
Dalam debat kandidat yang diselenggarakan KPU Sumut dan salah satu stasiun televisi nasional di Medan, Jumat (1/3) malam, kritikan itu berawal dari pernyataan Chairuman Harahap yang akan mengutamakan pembangunan dari desa.
Untuk itu, cagub yang didukung Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut akan mengupayakan berbagai fasilitas di seluruh desa di Sumut.
Salah satu fasilitas yang diberikan adalah dana pengembangan yang berjumlah Rp1 miliar untuk setiap desa.
Ketika mendapatkan kesempatan bicara, Amri Tambunan menyatakan program tersebut sulit direalisasikan karena akan membutuhkan anggaran yang sangat besar.
"Dengan 5.000 desa, berarti dibutuhkan anggaran sebanyak Rp5 triliun," katanya.
Namun, pasangan Chairuman Harahap yakni Fadly Nurzal menganggap program tersebut bukanlah hal yang mustahil jika memang berniat membangun desa.
"Bagi yang tidak melihat desa sebagai kekuatan ekonomi maupun sosial, pasti menganggap program ini tidak mungkin," katanya.
Fadly menegaskan jika pihaknya tidak pernah menganggap desa sebagai kelompok masyarakat "kelas dua" yang bukan menjadi prioritas pembangunan.
"Semestinya, pembangunan harus berbasis pedesaan karena desa adalah 'hulu pembangunan kita'," katanya. ***1*** (T.I023/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 02-03-2013 17:32:23
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013
Dalam debat kandidat yang diselenggarakan KPU Sumut dan salah satu stasiun televisi nasional di Medan, Jumat (1/3) malam, kritikan itu berawal dari pernyataan Chairuman Harahap yang akan mengutamakan pembangunan dari desa.
Untuk itu, cagub yang didukung Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut akan mengupayakan berbagai fasilitas di seluruh desa di Sumut.
Salah satu fasilitas yang diberikan adalah dana pengembangan yang berjumlah Rp1 miliar untuk setiap desa.
Ketika mendapatkan kesempatan bicara, Amri Tambunan menyatakan program tersebut sulit direalisasikan karena akan membutuhkan anggaran yang sangat besar.
"Dengan 5.000 desa, berarti dibutuhkan anggaran sebanyak Rp5 triliun," katanya.
Namun, pasangan Chairuman Harahap yakni Fadly Nurzal menganggap program tersebut bukanlah hal yang mustahil jika memang berniat membangun desa.
"Bagi yang tidak melihat desa sebagai kekuatan ekonomi maupun sosial, pasti menganggap program ini tidak mungkin," katanya.
Fadly menegaskan jika pihaknya tidak pernah menganggap desa sebagai kelompok masyarakat "kelas dua" yang bukan menjadi prioritas pembangunan.
"Semestinya, pembangunan harus berbasis pedesaan karena desa adalah 'hulu pembangunan kita'," katanya. ***1*** (T.I023/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 02-03-2013 17:32:23
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013