Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mendukung percepatan digitalisasi administrasi di daerah dengan memanfaatkan teknologi digital.

"Kami terus dorong PKK kabupaten/kota se-Sumut untuk memanfaatkan teknologi digital, khususnya administrasi dan pelaporan konsep paperless (tanpa kertas)," ujar Ketua TP PKK Provinsi Sumut Kahiyang Ayu usai menutup pelatihan tertib administrasi TP PKK kabupaten/kota se-Sumut di Medan, Rabu.

Pihaknya menyampaikan, pemanfaatan teknologi digital dengan konsep paperless merupakan tren yang terus berkembang dewasa ini. Hal ini seiring meningkatnya kesadaran pentingnya efisiensi kerja, dan pengurangan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

"Digitalisasi hadir untuk meringankan beban kerja pengurus PKK, khususnya di bidang administrasi dan pelaporan," ucap Kahiyang.

Menurutnya, sistem digital dinilai mampu meningkatkan kecepatan, lalu akurasi, dan transparansi dalam pelaporan administrasi.

"Dengan sistem yang rapi dan tertata, pelaksanaan program pemberdayaan keluarga akan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar Kahiyang.

Pihaknya juga menegaskan, tidak boleh lagi ada kendala administrasi, terutama dalam penyusunan laporan kegiatan.

"Digitalisasi menjadi solusi agar kinerja PKK semakin efisien, akuntabel, dan transparan," tutur Kahiyang.

Ia mengajak seluruh kader TP PKK kabupaten/kota se-Sumut untuk terus memperkuat kekompakan, sinergi, dan menjaga kolaborasi antarwilayah.

Pelatihan tertib administrasi TP PKK kabupaten/kota se-Sumut ini berlangsung pada 2 - 4 Februari 2026.

Kegiatan diisi simulasi penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Pelaporan dan Data (SIPANDA) PKK Sumut, dan diikuti perwakilan TP PKK kabupaten/kota se-Sumut.

"Sebab, hal itu menjadi kunci mewujudkan keluarga sejahtera menuju Sumut yang unggul, maju, dan berkelanjutan," kata Kahiyang.

 

 

 

Pewarta: Muhammad Said

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2026