Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menyatakan gempa berkekuatan magnitudo 5,2 di wilayah Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh pada pukul 20.16 WIB, Kamis, tidak berpotensi tsunami.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,1 dan hasil pemodelan menunjukkan tidak berpotensi tsunami,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Episenter gempa bumi ini sendiri terletak pada koordinat 4,47 lintang utara dan 96,56 bujur timur atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh pada kedalaman 10 kilometer.



Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter-nya, gempa bumi yang terjadi berjenis dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal dan memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip.

Daryono menuturkan gempa bumi tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Takengon, Bener Meriah, Aceh Tengah dam Aceh Jaya dengan skala intensitas III MMI yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah seperti terdapat truk sedang berlalu.

Gempa bumi juga dirasakan oleh masyarakat daerah Aceh Besar dengan skala intensitas II MMI yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.



Hingga pukul 20.35 WIB, hasil pemantauan BMKG pun belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

Meski demikian, Daryono mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

Baca juga: Gempa berkekuatan 5,2 guncang timur laut Nagan Raya Aceh

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Gempa magnitudo 5,2 di Aceh tak berpotensi tsunami

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah

Editor : Akung


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2023