Juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton menegaskan dirinya belum tertarik untuk pensiun dan berkomitmen untuk tetap di Formula 1 tahun depan setelah mendapat kesempatan menguji ban 18 inci baru Pirelli pekan lalu.

Spekulasi masa depan Hamilton muncul setelah pebalap Inggris itu hanya menyepakati perpanjangan kontrak dengan durasi singkat satu tahun saja.

Namun, setelah menghabiskan satu hari menguji ban Pirelli untuk 2022 di Imola, Hamilton mengaku termotivasi untuk membantu pengembangan produk yang kuat pada tahun depan dan menjadi salah satu pebalap yang merasakan manfaatnya.

Baca juga: Lewis Hamilton raih pole position ke-99 dalam karier di GP Emilia Romagna

"Trek yang sangat bagus untuk melakukan pengujian, jadi saya menikmati hari itu dan cuacanya bagus," kata Hamilton jelang Grand Prix Portugal seperti dikutip laman resmi F1, Kamis.

"Dan saya berencana berada di sini tahun depan dan saya ingin membantu Pirelli... memiliki produk yang lebih baik.

"Saya kira ini adalah sesuatu yang diinginkan semua pebalap - performa yang lebih baik - jadi penting bagi saya untuk di mana titik awalnya dan perbedaan apa yang bisa saya bantu.

"Dari sudut pandang pebalap kami memiliki grip mekanis yang lebih banyak, degradasi yang berkurang... jadi saya kira itu tes yang baik dan tentunya langkah pertama dengan ban tersebut tetapi tentunya bukan awal yang buruk."

Baca juga: Prediksi Bos McLaren: Hamilton klaim titel kedelapan, lalu pensiun

Selain itu, Hamilton masih ingin memberi dampak di area lain seperti mempromosikan keberagaman di F1 sembari menikmati pertarungan dengan Max Verstappen yang 'membujuknya' tetap berada di olahraga balap itu.

"Saya menikmati pertarungan yang kami miliki, semakin menarik, dan lebih menantang dan saya ingin terus senang bekerja dengan tim ini.

Baca juga: Hamilton bakal dianugerahi gelar ksatria oleh kerajaan Inggris

Mercedes hari ini juga meluncurkan kemitraan baru dengan asosiasi engineer kulit hitam dan etnis minoritas Inggris (AFBE-UK) untuk meningkatkan keberagaman di dunia engineering balap sebagai salah satu upaya tim itu memiliki setidaknya 25 persen pekerja yang mewakili kelompok yang kurang terwakilkan.

"Membesarkan harapan melihat langkah-langkah yang diambil tim saya agar lebih inklusif dan beragam.

"Olahraga ini masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Masih banyak tim yang tetap bungkam, sejumlah orang yang sejauh ini belum pernah dimintai pertanggungjawaban.

"Dan saya tahu berada di sini, saya memiliki lebih banyak kesempatan untuk membantu mengubah itu.... Saya tidak tahu berapa lama saya akan tetap di sini, jadi kita lihat saja."
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021