Kodim 0209/LB bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan mencanangkan penanaman pohon pinang sebagai reboisasi dan sejarah asal usul nama Kotapinang dalam rangka karya bakti penghijauan menyambut HUT ke-74 TNI.

Program penanaman pohon itu dipimpin langsung Dandim 0209/LB, Letkol. Inf. Santoso dimulai dari Kecamatan Kotapinang, Rabu (18/9). Tahap pertama, telah disiapkan 1.000 bibit pohon pinang. 

Dandim 0209/LB, Letkol. Inf. Santoso dalam kesempatan itu mengatakan, gagasan ini tercipta karena tidak mendapati banyaknya pohon yang memiliki ciri khas batang tinggi menjulang dan lurus di Kecamatan Kotapinang.

Program ini juga untuk mengembalikan simbol daerah terlebih merupakan cikal-bakal nama Kesultanan Kotapinang di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

“Aneh juga namanya Kotapinang, tapi pohonnya nggak ada. Sejak lama saya menginginkan program ini, untuk mengembalikan kejayaan Kotapinag,” katanya. 

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan selanjutnya akan meminta warga menanam lima pohon pinang di pekarangan rumah dan fokus penanaman dalam tahap ini adalah di Kelurahan Kotapinang. 

Demikian juga di setiap perkantoran pemerintah maupun swasta nantinya pohon ini menjadi simbol daerah selaras dengan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang menjadikan model istana Kesultanan Kotapinang sebagai bentuk kantor bupati dan kantor pemerintahan. 

“Jadi nanti kalau sudah berhasil, manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Jika tidak ditanam sekarang, ini nanti tidak dikenal. Mudah-mudahan lima tahun lagi ini sudah tumbuh dan dapat kita saksikan. Harapannya, ketika suatu saat saya kembali ke sini, pohon pinang ada dimana-mana,” ujarnya.

Sementara, Asisten II Setdakab Labuhanbatu Selatan, Ralikul Rahman mendukung program penghijauan sekaligus mengembaikan ikon daerah sesuai dengan namanya. 

Menurutnya, pohon pinang memiliki karakter kuat, memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan masih dikonsumsi sebagian masyarakat, bahkan harganya lebih mahal dari kelapa sawit. 

Pihaknya akan menginstruksikan kepada instansi terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup untuk menyiram dan merawat seluruh pohon pinang yang ditanam agar benar-benar tumbuh. 

“Mari kita jaga dan pelihara pohon ini. Mudah-mudahan kedepannya lebih banyak pohon yang ditanam. Program tersebut juga sangat bermanfaat dan bernilai sejarah untuk daerah,” jelasnya. 

Tokoh masyarakat Kotapinang Salim Fachri Siregar mengapresiasi langkah Dandim 0209/LB tersebut. Menurutnya, banyaknya pohon pinang di Kabupaten Labuhanbatu Selatan akan menjadi pengingat sejarah berdirinya Kesultanan Kotapinang pada masa lalu.

Ia berharap kebaradaan pohon pinang akan menjadi cerita sejarah bagi generasi yang akan datang. “Memang benar, asal muasal Kotapinang ini adalah Kesultanan Kotapinang yang namanya diambil dari pohon pinang yang tinggi mengawan,” jelasnya. 
 

Pewarta: Kurnia Hamdani

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019