Pebalap Monster Energy Yamaha MotoGP Valentino Rossi yang meraih podium keduanya musim ini ketika berlaga di GP Amerika pada Minggu, menyatakan persaingan untuk gelar juara MotoGP masih terbuka lebar.

Pria berusia 40 tahun asal Italia itu masih bertaji setelah finis runner-up di Sirkuit Americas, Austin, Texas, dan menempati peringkat dua klasemen pebalap dengan selisih tiga poin dari Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati) di puncak klasemen.


"Rasanya campur aduk. Di satu sisi disayangkan karena sudah lama sekali sejak terakhir kali saya juara dan hari ini adalah kesempatan yang bagus," kata Rossi seperti dikutip laman resmi MotoGP pada Senin pagi.

Juara dunia sembilan kali itu sedang mengincar gelar juara balapan pertamanya sejak GP Belanda 2017 usai mendapati rivalnya, Marc Marquez (Repsol Honda) terjatuh dan gagal menyelesaikan lomba ketika balapan masih menyisakan 12 putaran.

Namun demikian, Rossi, yang kemudian memimpin balapan, mendapatkan perlawanan yang ketat dari pebalap Suzuki Ecstar Alex Rins dalam perebutan posisi pertama.

Momen bagi Rins datang di empat lap terakhir ketika dia mampu menyalip Rossi, yang mulai kehilangan traksi dari kombinasi ban medium depan dan medium belakangnya. Rossi sempat mencoba untuk menyalip Rins dari dalam di Tikungan 11 tetapi masih melebar.

Perebutan gelar juara belum berakhir. Di lap terakhir, pebalap berusia 40 tahun asal Italia itu mencoba memberi tekanan tapi Rins keluar di tikungan terakhir dengan sempurna untuk menutup balapan seri ketiga musim ini dengan gaya dan mempersembahkan trofi juara pertama bagi Suzuki.


"Aku telah mencoba semaksimal mungkin, aku membuat kesalahan dan mungkin jika aku bisa melakukan segalanya dengan sempurna aku mungkin bisa mencoba untuk menyerang. Tapi dia lebih baik dariku di lap-lap terakhir," kata Rossi.

"Walaupun demikian, 20 poin sangat penting di kejuaraan. Kejuaraan ini masih sangat terbuka."

"Kami bagus, dan terlihat lebih kuat tahun ini. Motor juga mengalami perbaikan, ini yang penting karena dengan itu kami bisa banyak bertarung," kata Rossi.

Rossi mengakui Marquez memiliki kecepatan yang lebih dari pebalap lainnya. Saat tertinggal tiga detik dari Marquez, pebalap berjuluk The Doctor itu pun kaget melihat sang rival dari Spanyol tergelincir di Tikungan 12.

"Aku tak menyangkanya karena dia selalu menang (di Austin). Tapi kalian tahu jika kalian berada di atas batas, apa pun bisa terjadi."

Rossi pun memuji performa Rins, yang meraih gelar juara pertamanya di kelas MotoGP dan trofi juara pertama bagi Suzuki sejak GP Inggris 2016.

"Rins lebih cepat di tikungan daripada aku, dia bagus di akselerasi, dan membalap dengan baik, lintasan balap yang baik untuk menghindari bump. Aku melakukan kesalahan di Tikungan 11, dia melebar, tapi aku lebih melebar dari dia... Di lap terakhir aku memiliki lap yang bagus. Aku mencoba semaksimal mungkin tapi tak mau melewati batas karena sekali lagi 20 poin itu sangat penting."

Usai Amerika Serikat, pawai MotoGP akan tiba di Benua Eropa dengan Sirkuit Jerez, Spanyol, sebagai balapan berikutnya. Dan sejumlah sirkuit di Eropa seperti Le Mans, Assen, dan Sachsenring terkenal bersahabat dengan motor Yamaha.

"Ya, kita sekarang tiba di momen-momen panas di kejuaraan... kami bagus dan kami lebih kuat. Motor terlihat lebih baik namun tentu masih ada hal-hal yang perlu kami benahi. Kami butuh waktu, tapi bisa kompetitif."

Sirkuit Jerez kurang begitu bersahabat bagi Yamaha belakangan ini, kata Rossi. "Di tahun-tahun lalu kami selalu mengalami kesulitan jadi aku penasaran apakah di Jerez nanti kami bisa lebih kuat," kata Rossi.

Setelah gagal meraup poin di Austin, Marq Marquez mengungkapkan perasaannya lewat akun Twitternya.

"Kami adalah manusia, kami membuat kesalahan, tapi yang paling penting adalah belajar dari mereka. Terima kasih atas dukungannya, kami akan kembali lebih kuat!"

Marquez kini berada di peringkat empat klasemen sementara dengan 45 poin, terpaut empat poin dari Rins yang naik ke peringkat tiga.








 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019