Tobasa (Antaranews Sumut) -Senyum sumringah terlihat di wajah para petani desa Lumban Manurung, kecamatan Parmaksian, karena jembatan dengan panjang 16 meter (m) dan lebar 1,2 m yang melewati sungai Aek Mandosi telah berdiri megah, Kamis (29/11).

“Sebelum jembatan ini dibangun oleh PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. (TPL), para petani harus memutar jauh, ada yang berjalan kaki dan berkendara sepeda motor, sejauh 200 meter melalui jembatan Aek Mandosi IV untuk menuju ladangnya melewati sungai Aek Mandosi. Para petani kini lebih mudah dan lebih cepat menuju ladangnya 20 menit,” ujar Kepala Desa (Kades) Lumban Manurung, Hasoloan Sitorus.

Hasoloan menambahkan warga sangat terbantu karena perusahaan mendukung percepatan peningkatan ekonomi dengan kemudahan para petani menuju sawahnya.

“Terimakasih kepada PT TPL yang telah meringankan langkah para petani. Biasanya para petani harus berputar jauh sebanyak empat kali dalam satu hari. Perjalanan yang pertama di pagi hari adalah petani dari rumahnya menuju ladangnya, lalu yang kedua para petani pulang dari ladangnya ke rumah untuk beristirahat menikmati makan siang. Kemudian di siang hari, para petani kembali ke ladangnya dari rumah dan di sore hari mereka kembali dari ladangnya untuk pulang ke rumah,” ujar Hasoloan.

Camat Parmaksian, Paiman Butarbutar, berpesan kepada warga desa Lumban Manurung agar menjaga dan merawat jembatan yang sangat bermanfaat bagi para petani.

 “Kami apresiasi niat baik dan kepedulian perusahaan terhadap warga desa Lumban Manurung, khususnya para petani untuk bisa berjalan menuju ladangnya.

 Warga harus  menjaga dan rawat jembatan ini. Warga sebaiknya bergotong royong membersihkan jembatan ini setiap minggunya,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Community Development (CD) PT TPL, Ramida Siringoringo, mengatakan bahwa perusahaan memperhatikan infrasturktur yang dibutuhkan warga dan para petani untuk meningkatkan produktivitas lahan produktif di desa Lumban Manurung. 

"Tujuan utama pembangunan jembatan ini adalah memberikan akses kepada para petani untuk beraktivitas di sawah juga mengangkut hasil pertanian. Ini perwujudan kepedulian PT TPL terhadap sektor pertanian di sekitar wilayah operasional perusahaan dengan membangun akses transportasi yang baik bagi para petani,” ujar Ramida.

Desa Lumban Manurung yang berada di kecamatan Parmaksian ini memiliki 180 KK (kepala keluarga) atau sekitar 618 jiwa dengan mayoritas penduduk bermata pencarian sebagai petani. Desa ini memiliki luas lahan sawah padi dan jagung 75 hektar (ha).

Jembatan yang dibangun PT TPL ini dikerjakan dalam jangka waktu dua bulan dengan nilai Rp70 juta.

Sebelumnya, PT TPL juga telah memperbaiki jembatan di desa Siantar Utara (Siruar) yang memiliki panjang 82 m dan lebar 4 m yang menelan biaya Rp141 juta.

Pewarta: Septianda

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2018