Sibolga, 28/7 (Antarasumut)- Hasil tangkapan nelayan kecildi Sibolga pasca dilarangnya pukat trawls beroperasi mengalami peningkatan.

Namun untuk nelayan yang menggunakan kapal besar hasil tangkapannya turun 20 persen.

Hal ini dikatakan Kadis Kelautan dan Perikanan Sibolga, Hendra Darmalius menjawab Antara, Kamis.

“Terhitung sejak bulan Januari-Juli tahun ini, hasil tangkapan nelayan besar berkurang sekitar 20 persen. Tapi untuk nelayan tradisional mengalami peningkatan.

Dan kami sudah meminta kepada pemilik kapal-kapal besar agar merubah alat tangkapnya yang ramah lingkungan sepeti yang digunakan nelayan tradisional.

Dan Kementerian Kelautan sudah berjanji akan membantu DKP Sibolga dengan menyalurkan 24 unit kapal tangkap ikan dibawah 10 GT,”kata Hendra.

Lebih lanjut Hendra mengatakan,saat ini ada sebanyak 88 unit kapal tangkap ikan diatas 30GT, dan 60 kapal dibawah 30GT.

Sejak diberlakukan Permen Kelautan terkait larangan beroperasinya pukat tralws sudah ada 4 unit kapal pukat yang merombak ukuran kapalnya, dan 10 kapal yang merubah alat tangkapnya.

“Kita berharap agar para pengusaha kapal pukat ini mengikuti rekan-rekan mereka untuk merubah ukuran kapal dan juga jenis alat tangkapnya,” tandasnya.

Pewarta: Jason

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2016