Oleh Evalisa Siregar



Medan, 22/4 (Antara) - Bulog Sumatera Utara bersiap-siap menangani pemasaran gula menyusul sudah adanya rencana Pemerintah mengalokasikan komoditas tersebut untuk daerah itu sekitar 85.500 ton dari secara keseluruhan Bulog yang sebanyak 512.000 ton.

"Memang belum ada kepastian 100 persen, tetapi sudah ada informasi Sumut akan mendapat alokasi 85.500 ton dari 512.000 ton perolehan Bulog secara keseluruhan yang terdiri dari 350.000 ton gula impor dan pembelian lokal milik PT.Rajawali Nusantara Indonesia 162.000 ton," kata Humas Bulog Sumut, Rudi di Medan, Selasa.

Sejauh ini, Bulog Sumut juga belum mengetahui berapa harga jual gula itu nantinya.

Tetapi, kata dia, tentunya dipastikan lebih rendah dari angka di pasar sesuai dengan tujuan Pemerintah yang menjadikan Bulog sebagai salah satu stabilitator harga gula di pasar.

Langkah pengamanan itu sendiri dinilai penting mengingat ada perhitungan harga gula akan melonjak naik karena mendekati Puasa Ramadhan dan Idul Fitri.

"Sebenarnya menangani penjualan gula itu sudah lama direncanakan dan bahkan Bulog sudah pernah bekerja sama dengan PT.Perkebunan Nusantara. Di Sumut misalnya ada kerja sama dengan PTPN II," katanya.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi di Jakarta, sebelumnya menyebutkan,, penugasan ke Bulog itu sebagai upaya menjaga ketersediaan gula nasional.

Alasan dia, hingga akhir Mei 2014, Kemendag memprediksi akan ada kekurangan total kebutuhan gula konsumsi sebesar 122 ribu ton serta mundurnya masa panen ke bulan Juli yang akan mengakibatkan kekosongan 220.000 ton gula.

Pengamatan di pasar Medan, harga gula pasir masih stabil di kisaran Rp15.000 - Rp17.000 per kg. (E016)

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2014