Lubuk Pakam, 4/1 (Antara) - Masyarakat Kabupaten Deli Serdang minta pemerintah kabupaten setempat segera memperbaiki sejumlah badan jalan yang rusak terutama, termasuk di berbagai akses ke daerah penghasil pertanian.
Asradudin, salah seorang warga Deli Serdang, Sabtu, mengatakan, infrastruktur jalan merupakan salah satu pendukung peningkatan perekonomian masyarakat, namun hal itu masih luput dari perhatian pemerintah daerah setempat.
Hal ini dapat dilihat dari banyaknya jalan di beberapa kecamatan di kabupaten itu yang rusak, baik rusak sedang maupun berat.
Di sejumlah titik lokasi badan jalan yag rusak itu, lanjutnya, cukup menyulitkan bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melewatinya.
Ia menyebut contoh, jalan rusak itu banyak ditemukan disepanjang ruas jalan utama Simpang Tembung-Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan dan Batang Kuis.
Padahal, menurutn dia, kedua kecamatan itu merupakan daerah yang cukup strategis bagi perekonomian di Deli Serdang dan sebagian desa di duka kecamatan itu berbatasan dengan Kota Medan.
Akses jalan di Batang Kuis, merupakan jalan alternatif menuju Bandar Udara Internasional Kuala Namu dari Medan.
Smentara Percut Sei Tuan adalah daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Medan.
"Kita boleh iri dengan Kota Medan yang akses jalannya cukup baik, tapi coba bandingkan dengan Deliserdang yang masih cukup jauh tertinggal. Akibatnya jalur pendistribusian hasil pertanian menjadi terkendala," katanya.
Pemkab Delin Serdang sendiri terus berupaya membenahi infrastruktur jalan, bahkan dalam sepuluh tahun terakhir berhasil membangun jalan kabupaten yang baru sepanjang 1995 km melalui program Gerakan Deli Serdang Membangun (GDSM), namun jalan hancur yang banyak.
Kalau sebelum GDSM panjang jalan kabupaten hanya 1.317 km, namun berkat partisipasi masyarakat kini telah terbuka ruas-ruas jalan kabupaten yang baru hingga panjanganya mencapai 3.272 km.
Menurut Bupati Deli Serdang, Amri Tambunan pembukaan jalan-jalan baru tersebut juga tidak terlepas dari tingginya partisipasi masyarakat yang dengan kerelaan hatinya memberikan sebahagian lahannya untuk pembukaan ruas jalan.
Berdasarkan rekapitulasi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Deliserdang, seluas 6 juta M2 lebih lahan masyarakat diberikan dengan cuma-cuma untuk pembangunan jalan.
Jika dinominalkan luas lahan yang diserahkan masyarakat untuk pembangunan jalan sesuai dengan NJOP-nya, partisipasi masyarakat khusus untuk infrastruktur jalan mencapai Rp215 miliar lebih. (KR-JRD)
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2014
Asradudin, salah seorang warga Deli Serdang, Sabtu, mengatakan, infrastruktur jalan merupakan salah satu pendukung peningkatan perekonomian masyarakat, namun hal itu masih luput dari perhatian pemerintah daerah setempat.
Hal ini dapat dilihat dari banyaknya jalan di beberapa kecamatan di kabupaten itu yang rusak, baik rusak sedang maupun berat.
Di sejumlah titik lokasi badan jalan yag rusak itu, lanjutnya, cukup menyulitkan bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melewatinya.
Ia menyebut contoh, jalan rusak itu banyak ditemukan disepanjang ruas jalan utama Simpang Tembung-Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan dan Batang Kuis.
Padahal, menurutn dia, kedua kecamatan itu merupakan daerah yang cukup strategis bagi perekonomian di Deli Serdang dan sebagian desa di duka kecamatan itu berbatasan dengan Kota Medan.
Akses jalan di Batang Kuis, merupakan jalan alternatif menuju Bandar Udara Internasional Kuala Namu dari Medan.
Smentara Percut Sei Tuan adalah daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Medan.
"Kita boleh iri dengan Kota Medan yang akses jalannya cukup baik, tapi coba bandingkan dengan Deliserdang yang masih cukup jauh tertinggal. Akibatnya jalur pendistribusian hasil pertanian menjadi terkendala," katanya.
Pemkab Delin Serdang sendiri terus berupaya membenahi infrastruktur jalan, bahkan dalam sepuluh tahun terakhir berhasil membangun jalan kabupaten yang baru sepanjang 1995 km melalui program Gerakan Deli Serdang Membangun (GDSM), namun jalan hancur yang banyak.
Kalau sebelum GDSM panjang jalan kabupaten hanya 1.317 km, namun berkat partisipasi masyarakat kini telah terbuka ruas-ruas jalan kabupaten yang baru hingga panjanganya mencapai 3.272 km.
Menurut Bupati Deli Serdang, Amri Tambunan pembukaan jalan-jalan baru tersebut juga tidak terlepas dari tingginya partisipasi masyarakat yang dengan kerelaan hatinya memberikan sebahagian lahannya untuk pembukaan ruas jalan.
Berdasarkan rekapitulasi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Deliserdang, seluas 6 juta M2 lebih lahan masyarakat diberikan dengan cuma-cuma untuk pembangunan jalan.
Jika dinominalkan luas lahan yang diserahkan masyarakat untuk pembangunan jalan sesuai dengan NJOP-nya, partisipasi masyarakat khusus untuk infrastruktur jalan mencapai Rp215 miliar lebih. (KR-JRD)
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2014