Selasa, 17 Oktober 2017
Pariwara

Limbah Yang Menjadi Uang

| 212 Views
id aradi, umkm
Limbah Yang Menjadi Uang
. (Antarafoto)
Bagi sebagian orang, potongan kayu, pecahan kaca, cangkang telur dan berbagai limbah rumah tangga lainnya hanyalah sebagai sampah.

Artinya sampah tersebut dibuang sedemikian saja, padahal sebenarnya sebagian limbah rumah tangga itu bisa diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomis.

Bahkan beberapa diantaranya cukup diminati oleh masyarakat karena nilai seni yang dihasilkan dari olahan produk limbah tersebut.

Adalah Aradi, salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Dinas Koperasi kota Medan, Kun Art memulai usaha dengan mengolah limbah menjadi produk karya seni.  

Pemilik Kun Art, Aradi (40), di Medan, Jumat mengatakan, bahwa semua limbah dan barang bisa diolah tergantung kepada inovasi dan juga tingkat kekreativitasan seseorang. 

Semakin kreatif maka semakin banyak barang olahan yang dihasilkan. Misalnya pengolahan barang dari serpihan kaca, cangkang telur dan lain sebagainya.

Barang yang bisa dihasilkan adalah lemari, meja, kursi, vas bunga, frame, souvenir, cermindan kotak perhiasan. Untuk harga yang ditawarkan pun bervariasi mulai dari Rp 3 ribu – Rp 5 juta.

Keuntungan yang didapatkan oleh Aradi bisa mencapai 30-40% dari harga yang dipasarkan. Banyak yang berminat dan tertarik dengan barang yang diproduksi olehnya selain unik, barang yang dihasilkan pun memiliki nilai kegunaan. 

Kerajinan tangan milik Aradi ini sudah banyak dipromosikan oleh Dinas Koperasitetapi hanya didistribusikan di dalam negeri. 

Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah sudah ada hanya sajaterkendala di bagian pemasaran dan juga Sumber Daya Manusia (SDM) yang kreatif untuk menghasilkan ide ataupun gagasan baru.

Empat hal yang penting baginya dalam mempertimbangkan usaha yang sedang dijalaninya yaitu ide, manfaat, nilai estetika dan juga keuntungan yang dihasilkan. 

“Awalnya saya membuka usaha ini melalui otodidak, saya mengambil usaha ini karena saya ingin bekerja di dunia usaha yang lebih luas, tidak terikat dan tidak membosankan, yang paling pentingnya lagi ialah saya tidak ingin mencari pekerjaan tetapi saya ingin membuka lapangan pekerjaan,” kata Aradi.

Masyarakat perlu inovasi untuk mengolah limbah agar menjadi manfaat dan tidak merugikan lingkungan. Untuk menghilangkan limbah merupakan hal yang tidak mungkin tetapi limbah bisa berkurang dengan pengolahan kembali.




Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARASUMUT 2017