Jumat, 20 Oktober 2017

Tebing Tinggi Belum Siap Sekolah 5 Hari

| 870 Views
id Walikota, Tebing Tinggi Belum Siap Sekolah 5 Hari
Tebing Tinggi Belum Siap Sekolah 5 Hari
Walikota Tebing Tinggi H.Umar Zunaidi Hasibuan menyerahkan santuanan untuk anak yatim piatu. (dhani/antara)
Tebing Tinggi belum siap mejalankan sekolah 5 hari, biaya makan anak-anak sangatlah besar, apalagi anak SMP yang sedang menjalani masa peralihan, fifiknya juga belum kuat.
Tebing Tinggi,17/6(Antarasumut)- Pemerintah Kota Tebing Tinggi belum siap diberlakukannya Peraturan Menteri Pendidikan No.23 Tahun 2017 tentang sekolah 5 hari dalam seminggu dan belajar 8 jam satu hari yang dimulai pukul 08- 15.00 Wib.

Hal ini disampaikan Walikota Tebing Tinggi H.Umar Zunaidi Hasibuan, dalam acara buka puasa bersama yang dilaksanakan PHBI Dinas Pendidikan Jumat(16/6) di halaman Kantor Dinas Pendidikan yang dihadiri Kepala Sekolah dan Sekdako Johan Samose Harahap.

Ditegaskan Walikota Kota Tebing Tinggi belum siap untuk itu, karena biaya makan siang anak-anak tersebut cukup besar, dan fisiknya juga belum kuat, Siswa SMP masih dalam tahap peralihan, dalam hal ini masih bisa kita pertimbangkan.

Kota Tebing Tinggi untuk sementara kita masih keberatan, dan akan mengajukan efil kepada Pemerintah Pusat, dan itu sikap kita, dan jangan artikan membantah, kita hanya mengingatkan yang mungkin terlupakan ada hal yang dipertimbangkan atau dipikirkan kembali,ujarnya.

Pada bagian lain Walikota menyampaikan betapa pentingnya pendidikan agama dalam dunia pendidikan, sekolah SD selama 6 tahun, dan seorang yang tamatan SD jika memperoleh pekerjaan akan menjadi pembantu disekolah tersebut.

Sekolah yang Al-Quran selama 6 tahun akan menjadi Tahfid, dan tidak pernah ada seorang Hafiz Al-Quran menjadi pembantu, setidaknya seorang Tahfidz ditempatkan ditempat yang mulia.

Karena itu kita tidak boleh melupakan bagaimana agama ditanamkan kepada anak-anak, manusia bukan robot, manusia adalah makhluk sosial yang perlu didalam dirinya unsur yang mengajakan kebaikan dan mengingatkannya pada kematian, ujarnya.

Disampaikannya pula dalam merayakan idul fitri yang sebentar lagi tiba tidak perlu pusing-pusing dengan kesibukan beli ini, beli itu, karena dalam bulan ramadhan sudah mengajarkan kita belanja untuk akhirat.

Kepala Dinas Pendidikan H.Pardamean Siregar menyampaikan kegiatan buka puasa bersama ini merupakan agenda dari PHBI Dinas Pendidikan yang diselenggaran setiap tahunnya, sebagai salah satu upaya meningkatkan silaturahmi dan ukuah islamiyah di Lingkungan Dinas Pendidikan.

Acara buka puasa ini diisi dengan tausyiah yang disampaikan Usatd Sihabuddin yang menyampaikan ada siaf manusia yang bisa membinasakan seseorang, yakni penyakit suhhul muntho (Kikir), oleh Nabi Muhammad Saw mengatasi penyakit ini adalah suka memberi sedekah.

Pada buka puasa ini diserahkan bantuan tali asih kepada 40 orang yatim piatu, penggali kubur, bilal mayit yang berasal dari daerah sekitar Kantor Dinas Pendidikan Jl.Kol.L.Yos Sudarso.

Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARASUMUT 2017