Sabtu, 29 April 2017

1.030 Atlet Bersaing Di Kejurnas Taekwondo

| 705 Views
id taekwondo, kejurnas taekwondo
1.030 Atlet Bersaing Di Kejurnas Taekwondo
ilustrasi : Kejurnas Taekwondo (FOTO ANTARA/Ari Bowo Sucipto)
Medan, 18/3 (Antara) - Sebanyak 1.030 atlet taekwondo dari 85 dojo di seluruh Indonesia bersaing di Kejuaraan Nasional Taekwondo Komando Cup, 18-19 Maret 2017 di Gelanggang Olah Raga Futsal, Jalan Pancing Medan. 

Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Sumatera Utara Musa Rajekshah di Medan, Sabtu, mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi atas digelarnya kejuaraan itu yang diikuti ribuan taekwondoin dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui kejuaraan tersebut pihaknya mengharapkan olahraga taekwondo di Sumut bisa maju, sekaligus menyumbangkan atlet potensial bagi Sumut pada even nasional mau pun internasional.

"Apalagi pada 2019 nanti akan ada ajang Pra PON. Harapan kami tentunya para atlet bisa memberikan prestasi terbaik untuk Sumut agar bisa lolos menuju PON 2020 di Papua," katanya.

Pihakna tidak memungkiri bahwa regenerasi atlet taekwondo di Sumut selama ini sedikit terhambat, terakhir hanya menyisakan satu atlet senior yakni Basuki Nugroho yang masih patut diperhitungkan. 

Karena itu, pihaknya telah memprogramkan pembinaan atlet sejak usia dini untuk menjaring bibit-bibit baru sebagai penerus senior. 

"Kami akan upayakan ada lima lagi `Basuki-Basuki` di Sumut. Makanya, kami akan terus persiapkan regenerasi atlet melalui kejuaraan. Kami juga ke depan akan melakukan penyegaran bagi wasit dan pelatih. Karena kalau pelatihnya memiliki kualitas, otomatis perkembangan atlet untuk menjadi petarung andal peluangnya lebih besar," tuturnya.

Pihaknya juga mengingatkan kepada para orangtua, pelatih serta pemilik dojang sekiranya yang saat ini belum bergabung dengan taekwondo Indonesia, untuk segera mendaftar menjadi anggota resmi. 

Hal itu bertujuan agar sang atlet memiliki legalitas pelatihan asal dojang masing-masing. 

"Kami berpesan agar taekwondo ini tetap satu. Jangan sampai ada atlet yang dirugikan ke depan. Karena bagi atlet yang berasal dari dojang yang belum bergabung ke TI, saya tegaskan atlet tersebut akan didiskualifikasi di kejuaraan. Saya mengajak semua dojang-dojang ke depan bisa bersatu bersama pengprov untuk mendorong prestasi olahraga Sumut lebih baik serta profesional," katanya.

Melalui kejuaraan itu pula ia mengimbau bagi pemenang untuk tidak cepat berpuas diri, karena masih ada kejuaraan yang lebih tinggi yang baru akan dilaksanakan. 

"Pada Mei nanti kita juga rencanakan kejuaraan daerah baik

untuk pelajar mau pun usia dini. Ini semata-mata sebagai barometer

peningkatan kuantitas pertandingan para atlet. Karena kalau banyak

kejuaraan yang dilaksanakan maka semakin mudah bagi kita untuk mengukur potensi mereka," katanya.

Sementara, Kabid Olahraga Prestasi Dispora Sumut Joshua Sinurat mengatakan, kejuaraan merupakan titik kombinasi bagi pembinaan cabang

olah raga, sekaligus evaluasi bagi peningkatan prestasi taekwondo di Sumut. 

Karenanya, pemerintah provinsi melalui Dispora sangat berharap akan lahir atlet taekwondo potensial yang sekaligus bisa memberikan kontribusi lebih bagi peningkatan prestasi taekwondo Sumut di ajang nasional maupun bagi Indonesia di ajang internasional seperti Sea games, Asian games, maupun kejuaraan dunia.

"Taekwondo Sumut patut berbangga karena memiliki atlet juara dunia seperti Susilawati dan Basuki Nugroho. Terakhir Basuki mampu meraih medali perak di PON 2016. Mudah-mudahan mereka ini merupakan cikal bakal atlet andalan Sumut pada PON 2020 maupun 2024," kata mantan pegulat nasional itu.

Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARASUMUT 2017